Jumat, 31 Agustus 2012

This Emo Girl....

Kalau ngomong soal karakter, pikiranku selalu mengembara ke kehidupan karakter itu. Siapa pun dia. Mendalaminya, lalu bikin kisah tentangnya. Yup, kalau dipikir-pikir, selama ini aku memang selalu bikin cerita berdasarkan karakter yang kureka. Bukan nyiptain karakter untuk disesuaikan sama cerita. Just go with the flow.

Tapi, kali ini aku melanggar semua itu. Mungkin karena ini proyek duet pertamaku. Novel, maksudku. Kalau cerpen, aku sudah pernah duet bareng Mbak Octa. Untungnya, karya kami cukup dihargai--yah, berkat ide brilian dari Mbak Octa.

Proyek duetku kali ini kukerjain bersama Ling'er, anggota LCDP juga sama sepertiku. Ide awalnya dariku, dan penciptaan karakternya dipegang masing-masing. Ling'er bikin karakternya sendiri. Aku juga bikin sendiri. Yang jadi masalah, aku terlalu berani bereksperimen sama karakter ciptaanku itu.

Well, bisa dibilang, Kelana--nama karakter bikinanku itu--bener-bener berbanding terbalik denganku. Bagai langit dan bumi. Seorang cewek emo, dingin, galak, nggak pedulian, pemegang sabuk hitam karate, merasa dikhianati sama Tuhan. Err--aku baca ringkasan penjabaran soal Kelana, rasanya jadi kepengin jedot-jedotin kepala ke tembok.... OTL

Tetapi aku tetep harus bertanggung jawab ke karakterku itu. Sudah susah payah diciptain, masa' mau ditelantarin gitu aja. Kelana bisa protes besar--aku nggak mau kena upperkick-nya yang bahkan nggak bisa ditangkis "bodyguard" selevel Arya. Duh, kenapa malah jadi sop iler begini? #kabuuur

Entah gimana, Kelana berhasil menjadi biang kerok atas jungkir-baliknya mood-ku dalam menulis. Bukan berarti aku nyalahin dia. Toh, dia termasuk salah satu karakterku yang memang sulit kudalami. Paling sulit, malah. Dan itu menjadikannya menantang buat kugarap. Kalau beberapa proyek harus tertunda bahkan terhenti demi dia, kurasa itu cukup worth it.

Aku cuma ingin ngejadiin ini berhasil. Paling nggak, kalau ada partner dalam menulis, aku bisa terpacu untuk nggak nyerah. Dan ini bakal meringankan bebanku sebelum aku mulai meneruskan proyek novelku yang tertunda.

Kelana ... I won't give up on her :3

Aku ingin ngejadiin proyek novel duet ini sebagai petualangan spiritual buat Kelana. Juga petualangan pencarian jati diri. Juga petualangan buat ngembaliin kepercayaan dia. Entah kepada Tuhan, entah kepada orang-orang di sekelilingnya. Dan akhirnya, semua nggak akan lengkap tanpa soulmate yang "nyelametin" dia dari ke-emo-annya.

Hmm, mungkin suatu saat aku bakal gambar dia~! <3

Kamis, 30 Agustus 2012

Menunggu Sebentar, Lalu....

Untuk kesekian kalinya, aku terusik oleh lembar-lembar brosur di rak buku paling atas. Biasanya kugunakan sebagai tempat menaruh kertas-kertas yang masih kuperlukan, tentu brosur dan pamflet termasuk.

Padahal sudah berulang kali kuyakinkan diri sendiri agar jangan melirik ke sana. Fokus saja ke layar monitor untuk merampungkan tanggungan cerpen atau bejibun proyek novel yang bahkan masih berupa manuskrip. Atau fokus ke masa-masa kuliah yang belum selesai menjeratku. Tetapi mataku berontak. Dan sekali lagi, lembaran seukuran dua kali A2 ini mampir ke pangkuanku. Dan nggak tahu untuk berapa kali, rasanya ingin nangis. Angka-angka yang tertera di sana masih belum terjangkau oleh isi tabunganku.

Well, akhirnya tetap aku cuma bisa menghela napas panjang, lalu melempar brosur itu ke belakang dengan berat hati.

Just wait for a little bit. Tunggu sebentar lagi untuk mengumpulkan kekuatan, lalu serang!

Yea, menunggu nggak selamanya buruk asalkan kita tahu untuk apa penantian itu sejak awal kita jalani. 

Menunggu nggak selamanya buruk asal kita nggak menyia-nyiakan masa-masa penantian itu dengan berdiam diri.

Seperti anak panah, menunggu sembari memperkuat diri lewat tali busur, dan ketika waktunya tiba, lesatkan dengan kecepatan penuh menuju sasaran.

...

Terjebak di antara tiga pilihan: Fujifilm Finepix L30; Casio Exilim EX-ZS5; Nikon Coolpix S2500.

Just wait for me~! >_<

Rabu, 29 Agustus 2012

The Beginning of the New Days

Okay, my first post!
Just want to say hi :3

Yah, ini hari yang indah. Setiap menatap langit, biru yang menakjubkan menyambut. Mestinya kita bersyukur. Oh ya, aku bersyukur. Hidup nggak akan jadi lebih buruk kalau kita bersyukur. Malah akan jadi makin indah makin harinya.

Believe it, then it will be happening.

Hanya saja, belakangan aku bakal makin sibuk. Menulis, masuk kuliah lagi, dan berduel sama tikus-tikus di dapur. Geez, di saat-saat kayak gitu, aku kangen pengen punya kucing lagi. T_T

By :
Free Blog Templates