Kamis, 30 Agustus 2012

Menunggu Sebentar, Lalu....

Untuk kesekian kalinya, aku terusik oleh lembar-lembar brosur di rak buku paling atas. Biasanya kugunakan sebagai tempat menaruh kertas-kertas yang masih kuperlukan, tentu brosur dan pamflet termasuk.

Padahal sudah berulang kali kuyakinkan diri sendiri agar jangan melirik ke sana. Fokus saja ke layar monitor untuk merampungkan tanggungan cerpen atau bejibun proyek novel yang bahkan masih berupa manuskrip. Atau fokus ke masa-masa kuliah yang belum selesai menjeratku. Tetapi mataku berontak. Dan sekali lagi, lembaran seukuran dua kali A2 ini mampir ke pangkuanku. Dan nggak tahu untuk berapa kali, rasanya ingin nangis. Angka-angka yang tertera di sana masih belum terjangkau oleh isi tabunganku.

Well, akhirnya tetap aku cuma bisa menghela napas panjang, lalu melempar brosur itu ke belakang dengan berat hati.

Just wait for a little bit. Tunggu sebentar lagi untuk mengumpulkan kekuatan, lalu serang!

Yea, menunggu nggak selamanya buruk asalkan kita tahu untuk apa penantian itu sejak awal kita jalani. 

Menunggu nggak selamanya buruk asal kita nggak menyia-nyiakan masa-masa penantian itu dengan berdiam diri.

Seperti anak panah, menunggu sembari memperkuat diri lewat tali busur, dan ketika waktunya tiba, lesatkan dengan kecepatan penuh menuju sasaran.

...

Terjebak di antara tiga pilihan: Fujifilm Finepix L30; Casio Exilim EX-ZS5; Nikon Coolpix S2500.

Just wait for me~! >_<

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates