Astaga, aku ketakutan!
Malam ini di tengah-tengah syawalan RT 02 di kampungku, aku berdiri sendirian--menyepi di antara ratusan orang. Aku nggak peduli apa yang mereka pikirin saat melihatku sendirian di pojokan. "Teman-teman"-ku juga sudah menggerombol di lapak penerimaan tamu. Sebagian mendekat ke bilik konsumsi. Sekali lagi, aku nggak peduli. Karena aku nggak sendirian.
Di bawah meja di dekatku, ada seekor anak kucing kesasar yang menunggu interaksi dengan tanganku--mengendus-endusnya, atau bahkan menggigitinya. Sakit? Nggak, tuh. Aku malah merasa bahagia. Kepingin rasanya saat itu juga bawa anak kucing itu kabur.
Aku tahu dia lapar. Tapi aku nggak bisa berbuat apa pun. Mungkin aku satu-satunya yang nggak ngambil konsumsi. Nggak tahu, males aja rasanya. Dan akhirnya waktu aku teralih sama ponsel flipku, anak kucing itu pergi gitu aja. T_T
What an amazingly stupid of me.... OTL
Waktu aku lihat dia balik lagi ke bawah meja, aku langsung mau ke sana, tapi terhenti karena ada anak kecil yang menghampiri anak kucing itu. Anak kecil itu merogoh bawah meja, menyeret anak kucing itu keluar. Lalu bawa-bawa anak kucing itu pergi ke arah teman-temannya yang duduk di deretan paling depan. Dengan paksa. Saat itulah aku ketakutan. Ya Tuhan, mau diapain anak kucing se-oonyu itu? O___O
Aku sudah bersiaga bakal negur bahkan ngelindungin anak kucing itu. Nggak peduli sama tatapan ratusan orang yang lagi sibuk sama dendangan para sinden di depan sana. Aku nggak peduli. Yang penting anak kucing itu nggak kenapa-napa.
Then, guess what happens next!
Anak kecil itu dan teman-temannya ngasih makan si Anak Kucing.
Hnggggggg~ <3
That was so sweet >_<
Ugh, kalau aku punya kamera, pasti langsung kupotret adegan semanis itu! Pokoknya, aku refleks tersenyum lega melihat semua itu. Dadaku langsung terasa hangat. Mataku juga langsung terasa hangat. Rasanya pengen nangis bahagia. Untungnya akal sehatku masih bekerja, hingga nggak bikin malu diri sendiri di hadapan begitu banyak orang.
Intinya, melihat hal sesederhana interaksi anak-anak antarspesies itu bener-bener bikin aku bahagia.
Satu pelajaran lagi yang bisa kupetik dari hal sesederhana itu: don't judge a book by its cover.
Oke, itu memang quote yang klise, tapi abadi sepanjang masa.
Yea, kelihatan seburuk apa pun seseorang, kita nggak akan tahu semulia apa hatinya~ :3


0 komentar:
Posting Komentar